Laman

Minggu, 23 Desember 2012

Peran NU dalam bidang pendidikan


Nahdlatul Ulama (NU) berdiri pada tanggal 31 Januari 1926 M atau 16 Rajab 1344 H di Surabaya.  Pembangunnya ialah alim ulama dari tiap-tiap daerah antara lain :
  • K.H. Hasyim ‘Asy’ari Tebuireng
  • K.H. Abdul Wahab Hasbullah
  • K.H. Bisri Jombang
  • K.H. Ridwan Semarang
  • K.H. Nawawi Pasuruan
  • K.H.R. Asnawi Kudus
  • K.H.R. Hambali Kudus
  • K. Nakhrawi Malang
  • K.H. Doromuntaha Bangkalan
  • K.H.M. Alwi Abdul Aziz.
  • Dan lain-lain
Munculnya NU sebagai reaksi terhadap berdirinya gerakan reformis dalam kalangan umat Islam di Indonesia dan berusaha mempertahankan salah satu dari empat madzhab dalam masalah yang berhubungan dengan fiqh (hukum Islam), yaitu Madzhab Hanafi, Maliki, Syafii, dan Hambali. Nahdlatul Ulama memahami hakekat ahlus sunnah wal jama’ah sebagai ajaran Islam yag murni sebagaimana diajarkan dan diamalkan oleh Rasulullah bersama para sahabatnya.
Dalam sejarahnya, N.U. pernah menjadi Partai Politik, kemudian bergabung dalam Partai Masyumi. Namun setelah Partai-Partai Islam difungsikan kedalam Partai Persatuan Pembangunan (PPP), N.U. kembali pada funsinya semula sebagai gerakan sosial keagamaan dengan semboyan “kembali kepada jiwa 1926”. Di sisi lain N.U. bergerak dalam bidang sosial dan pendidikan agama menurut paham yang diyakini yaitu Ahlus sunah wal jama’ah. N.U. mempunyai banyak sekali Pondok Pesantren dan Madrasah yang terbesar diseluruh pelosok tanah air, terutama di daerah pedesaan yang pada umumnya mereka mempunyai tradisi agama yang kuat.
Nahdlatul Ulama mempunyai bagian-nagian yang khusus menangani bagian dakwah, bagian Ma’arif, bagian Mabarrat, bagian ekonomi, bagian Penerbit, bagian Umum, bagian Pertanian dan Nelayan, bagian Perburuhan dan Tenaga Kerja da sebagainya. Bagian yang menangani pendidikan dan pengajaran adalah Darul Ma’arif. Dewasa ini lembaga pendidikan yang diasuh NU  telah tersebar ke seluruh tanah air.
Pada akhir tahun 1356 H (1938 M.) komisi perguruan N.U. telah dapat mengeluarkan reglement tentang susunan madrasah-madrasah N.U. yang harus dijalankan mulai 2 Muharram 1357 . susunan madrasah-madrasah N.U. ialah :
  • Madrasah Awaliyah (2 tahun)
  • Madrasah Ibtidaiyah (3 tahun)
  • Madrasah Tsanawiyah (3 tahun)
  • Madrasah Mu’alimin Wustha (2 tahun)
  • Madrasah Mu’allimin ‘Ulya (3 tahun)
Kemudian N.U. bagian Ma’arif (pendidikan dan pengajaran) telah membuat rencana baru tentang susunan Sekolah/Madrasah N.U. dan akhirnya pada tanggal 23-26 Februari 1954 telah diambil keputusan dalam suatu Konperensi Besar seluruh Indonesia mengenai susunan Sekolah/Madrasah N.U. :
  • Raudlatul Athfal (taman kanak-kanak)          lamanya 3 tahun
  • S.R. (Sekolah Dasar)                                      lamanya 6 tahun
  • S.M.P  N.U.                                                    lamanya 3 tahun
  • S.M.A  N.U.                                                   lamanya 3 tahun
  • S.G.B  N.U.                                                    lamanya 4 tahun
  • S.G.A  N.U.                                                    lamanya 3 tahun
  • M.M.P  N.U.                                                   lamanya 3 tahun
  • M.M.A. N.U.                                                  lamanya 3 tahun
  • Mu’alimin/Mu’alimat N.U.                            lamanya 5 tahun

Poskan Komentar